Thursday, 25 February 2010

Perempuan Macho

Tiba-tiba teman yang belom pernah ketemu bertanya ke saya...."Kamu perempuan macho atau bukan?" Jawabnya lama. Benar juga orang yang suka menjawab bahwa penilaian terhadap diri kita bukan kita yang menjawab ya?

Jawabannya harus dengan penjelasan panjang. Gini ya, label B pun saya dapatkan berdasarkan penilaian dari orang lain. Saya sih bertingkah laku, berpakaian, bersikap apa adanya aja. Kemudian tingkah, cara berpakaian dan sikap saya tau-tau sudah dikategorikan sebagi B. Ya sudah saya terima saja. Okelah saya B.

Nah, sebagai B, saya sepertinya nggak seperi B yang lain. "Waktu kecil saya lebih senang main mobil-mobilan daripada main boneka. Saya juga lebih sering main sepak bola daripada main masak-masakan. Setelah besar saya seperti laki-laki, dan selalu naksir sesama perempuan". Itu tuh yang sering jadi jawaban para B ketika ditanya, mengapa kamu jadi lesbian.

Kalau saya, nggak pernah menjawab seperti itu, pertama karena nggak pernah ditanya. Kedua, memang saya nggak begitu. Waktu kecil saya main apa? Saya nggak inget tuh, mungkin main boneka tapi nggak mau saya inget-inget. Yang jelas nggak main mobil-mobilan, karena nggak punya. Permainan laki-laki seperti sepak bola juga tidak saya lakukan. Apakah saya melakukan permainan perempuan waktu kecil. Iya sih... tersipu-sipu.... Nggak lah nggak usah malu, kuakui saja hal ini. Intinya saya lebih nyaman main sama perempuan daripada main sama anak laki. Kenapa begitu? ya nggak tau deh, buat saya penerimaan perempuan kepada saya lebih manusiawi. Sisanya, saya lebih senang main sendiri, baca buku, nulis-nulis atau gambar-gambar.

Pengalaman waktu kecil itu berlanjut sampai dewasa. Saya lebih senang main sama temen perempuan (beberapa dipacarin tentunya hihihi), main sendiri dan jarang main sama laki-laki. Seumur hidup saya, teman laki-laki saya dikit banget, bisa dihitung dengan jari. Teman laki-laki yang saya maksud di sini, teman yang bisa buat tempat cerita, bisa makan bareng, atau melakukan hobi-hobi lainnya. Itu aja sedikit, boro-boro yang lebih dekat lagi, nggak adaaaa.

Lho kok jadi ke arah teman laki-laki? tadi kan pertanyaannya saya ini perempuan macho atau bukan? Jawabannya? Yah begitulah, penjabaran yang panjang di atas ini. Simpulkan sendiri... hehehe

Wednesday, 24 February 2010

Malam 1 Suro

Hihi, serem ya judulnya? Nggak usah takut, saya hanya ikut2an kok. Menjudulkan artikel seperti ini, lebay aja, walaupun maksudnya untuk menandakan tanggal yang secara masehi adalah 17 Desember 2009 ini untuk saya ingat-ingat selalu.

Hari itu, tepatnya sehari sebelum angka berwarna merah di kalender untuk hari libur nasional Tahun Baru Hijriah, aku berkenalan dengan seseorang. Waktu itu siang hari menjelang jam makan siang, dia add aku di fb. Lalu ku-confirm. Pas makan siang, ada tanda di bb ku, dia kirim message, masuk di inbox fb, isinya perkenalan biasa. Terus berbalas-balasan, sampai kugeret dia ke ym. You know what? obrolan berlangsung terus sampai tanggal 1 suronya. Menemani dia packing karena mau berlibur. Dulu itu jamannya aku pake bb dan dia di smart phone lainnya, lewat ebuddy...

Sampai hari ini, tiap hari kami bertukar sapa. dari YM kemudian dia beli blackberry, kami pun ngoceh-ngoceh di bbm. Apa aja kami bicarakan. Cuma sekadar bilang "lagi makan soto padang nih, tapi kuahnya nggak panas" ....nah itu bisa kami bahas sampe panjaaaaangggg. Kok bisa ya? Kok bisa ya kami secocok itu. it's about blessing. Aku anggap anugerah dari Yang Maha Kuasa, kami dipertemukan.

Nggak cuma ngoceh-ngoceh tak berisi, kadang-kadang sangat berisi, ketika saya marah-marah nggak pada tempatnya, dia yang dengar. Ikut marah, ikut menyemangati, lalu meredakan. Ketika aku berbahagia over the top, dia ada juga di situ. Ikut senang, ikut menikmati. Ikut ngliat-liat youtube yang saya liat. Mudah-mudahan berimbang, saya pun ikut senang dan ikut sedih kalau dia merasakannya. Kok bisa ya? halah, nanya lagi? Ya gitu, saking nggak percayanya dapet anugerah sebesar ini. Alhamdulilah, aku bersyukur ya Allah, dipertemukan dengan dia. And make my life happier.... :) :)

Tuesday, 23 February 2010

Belasan Minggu...

Buset tanggal berapa ini?
Lama sekali Yas nggak nyolek rumahku ini ya? Udah belasan minggu, kisah terakhir cuma kekaguman pada corps almamater. Padahal aneka kisah lalu lalang dalam hidup saya. Haha sok sibuk sih, sibuk beneran maupun sibuk menata hati.
Okelah kita mulai lagi catatan ulah si Yasmin ya...
apa? mau cerita apa? tu kan bengong lagi. Nantilah, kapan-kapan. hahaha...